Posted in Self-development

Berbanggalah Menjadi Seorang Introvert

Berbanggalah Menjadi Seorang Introvert

 

 

―Introvert: I’m not mad. I’m not depressed. I’m not anti-social. I don’t hate people. I just need to not talk to anyone for awhile. And that’s OKAY. 🙂

 

            Ada banyak stigma negatif yang terbentuk di masyarakat tentang introvert. Namun, apa itu introvert sebenarnya? Menurut dari sumber-sumber yang pernah saya baca, introvert adalah kepribadian seseorang yang cenderung menyendiri dan agak sulit untuk bergaul dengan orang-orang. Berbeda dengan tipe ekstrovert yang mudah bergaul dan suka keramaian, tipe introvert cenderung tertutup dan tidak banyak bicara. Dari sinilah muncul stigma-stigma negatif tentang introvert yang tentu saja tidak benar. 

Kebanyakan masyarakat melabeli tipe introvert dengan sebutan si sombong, si judes, si pemalu atau bahkan si anti-sosial. Tapi semua itu salah!

Sebelum masuk ke bahasan utama, mari kita tengok mitos tentang orang introvert yang beredar di masyarakat berikut ini.

 

  1. Susah bergaul dengan orang lain.

Meskipun susah untuk bergaul, namun bukan berarti tipe introvert adalah orang yang anti-sosial. Mereka hanya membutuhkan waktu untuk diri sendiri.

 

2. Tidak suka keramaian.

Ini juga tidak berarti bahwa tipe introvert suka mengurung diri di kamar seharian. Ada kalanya mereka akan pergi ke tempat yang ramai, namun hal itu berlangsung hanya dalam waktu yang sebentar. Intinya, tipe introvert juga bisa pergi ke tempat ramai, hanya saja tidak betah berada di sana.

Ini juga dialami saya. Well, I’m an introvert girl. Saya suka berjalan-jalan di toko buku atau taman, tapi keadaan yang ramai membuat saya cepat pusing. Jadi saya hanya bertahan sebentar di tempat ramai.

 

3. Tidak memiliki teman.

Inilah stigma yang paling membuat sakit hati. Tipe introvert dianggap tidak memiliki seorang pun teman. Memang, tipe introvert tidak memiliki banyak teman seperti ekstrovert, tapi sekalinya memiliki teman, teman tersebut akan menjadi sekutu setia kami untuk selamanya. Hal ini karena tipe introvert cenderung berhati-hati dalam berhubungan, setia dan lebih menyukai hubungan jangan panjang.

 

4. Sering dianggap judes atau sombong.

Apakah Anda pernah dikatakan sombong atau judes hanya karena tidak banyak berbicara? Well, jika begitu maka nasib Anda sama seperti saya.

Orang-orang introvert memang sering dianggap sombong atau judes karena mereka tidak banyak bicara dan lebih senang menyendiri. Jadi orang lain menganggap mereka adalah orang yang tidak mau berteman.

 

5. Jarang berbicara.

Kami, tipe introvert, memang jarang berbicara. Namun tahukah kalian jika sekalinya kami bertemu dengan orang yang memiliki minat sama seperti kami, maka kami akan berbicara terus tanpa henti?

 

6. Dianggap tidak bisa memimpin.

Jangan salah dulu, ya! Meskipun kami ini jarang berbicara, namun kami juga bisa memimpin orang lain. Jika diberi pilihan, maka tipe introvert lebih memilih untuk berpidato di hadapan tiga ratus orang, dibandingkan harus berkenalan dengan mereka satu-persatu.

 

7. Tidak bisa sukses.

Ini juga yang banyak membuat tipe introvert menjadi putus asa, bahkan membenci diri mereka sendiri. Masyarakat menganggap bahwa orang ekstrovert akan lebih sukses dibanding orang introvert.

 

Namun, tanpa kehadiran kaum introvert, dunia akan kehilangan sebagian besar ilmuwan, filsuf, penulis, dokter, musisi, seniman.

Dulu saya juga pernah berpikiran seperti itu. Saya berkata pada diri saya sendiri, “Menurut orang-orang, kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh IQ mereka, tapi ditentukan oleh kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan orang lain. Tapi aku adalah tipe introvert, bertemu dengan teman sekelas saja membuatku gugup. Lalu bagaimana aku bisa sukses nantinya?” Tapi sekarang saya menyadari bahwa tak ada yang perlu disesalkan. Semua orang dirancang untuk sukses! Tinggal bagaimana caranya mereka mengolah diri mereka untuk sukses.

Bagi kalian yang bertipe introvert, jangan berkecil hati. Introvert bukanlah suatu dosa yang harus disesali, apalagi harus diubah. Jika kalian adalah introvert, maka berbanggalah dan jangan memaksakan diri untuk menjadi ekstrovert. Seperti yang pernah dikatakan oleh Ashiya Mizuki di drama Hanakimi, “Orang yang paling bersedih adalah orang yang kehilangan dirinya sendiri.”

Ada banyak sisi positif yang dimiliki tipe introvert, maka tengoklah tulisan di bawah ini.

 

  1. Tipe introvert jauh lebih fokus.

Ini dikarenakan tipe introvert lebih cenderung ‘menyelam ke dalam’. Setiap kali mereka mengerjakan sesuatu, maka mereka akan begitu fokus pada hal tersebut hingga lupa waktu. Mereka juga memerhatikan detail. Inilah kunci yang membuat tipe introvert menjadi SUKSES!

 

2. Memiliki wawasan yang luas.

Tipe introvert cenderung menyukai buku. Jika mereka melakukan surfing di internet pun, infomarsi dan beritalah yang mereka cari. Itu sebabnya mereka memiliki wawasan yang luas dan seringkali update tentang berita-berita.

 

3. Jarang melakukan kesalahan.

Seperti yang saya katakan, tipe introvert cenderung menjadi pribadi yang berhati-hati. Sebelum mereka berucap sesuatu, mereka akan berpikir apa yang akan mereka ucapkan dan bagaimana reaksi orang lain saat mendengar perkataan mereka. Karena kehati-hatiannya itulah tipe introvert jarang melakukan kesalahan atau menyinggung orang lain.

 

4. Memiliki kreatifitas yang tinggi.

Inilah sebabnya tipe introvert sangat cocok untuk terjun di bidang seni dan sains. Tipe introvert dapat menyelami pikiran, mimpi dan imajinasi mereka hingga begitu dalam, itulah yang membuat mereka menjadi begitu kreatif. Selain itu, tipe introvert juga cenderung mudah penasaran dan saat mereka terjun pada suatu bidang, maka bidang tersebut akan digeluti mereka hingga benar-benar AHLI.

 

5. Kami adalah pendengar yang baik.

Dibandingkan dengan mengungkapkan, tipe introvert merupakan pendengar yang baik. Walaupun banyak orang yang menganggap kami adalah orang-orang kaku, sesungguhnya kami cocok untuk dijadikan teman curhat. Karena kami lebih memilih untuk mendengarkan daripada berbicara.

 

6. Independen

Karena terbiasa melakukan banyak hal sendirian, tipe introvert menjadi pribadi yang mandiri. Bahkan mereka cenderung tidak suka saat dibantu orang lain, mereka ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun ini tidak  berarti mereka tidak mau menerima bantuan.

Percayalah bahwa Tuhan tidak menciptakan segala sesuatunya dengan label buruk dan baik. Setiap hal di dunia memiliki kebaikan dan keburukannya masing-masing. Jangan takut bila Anda seorang introvert dan khawatir mengenai masa depan Anda. Tahukah jika Albert Einstein, J.K. Rowling, Bill Gates, Emma Watson dan orang terkenal lainnya adalah tipe introvert?

Dulu saya pernah membenci diri saya sendiri. Kenapa saya harus canggung saat bertemu orang lain? Kenapa saya hampir selalu sendiri? Kenapa saya seolah-olah tidak bisa berbicara saat berkumpul dengan teman-teman?

Namun saya menyadari bahwa tak ada gunanya membenci kepribadian saya yang introvert. Hal tersebut malah akan semakin membuat dunia berpaling terhadap saya. Memang hanya sedikit orang yang mengerti si introvert. Mungkin saya dan sebagian dari kalian yang juga introvert pernah dicap aneh, freak atau geek.

Tapi menyerah juga tak ada gunanya. Fondasi tak akan pernah bisa diruntuhkan. Jikapun bisa, maka seluruh bangunan akan turut hancur. Jika menjadi introvert adalah hal yang tidak merugikan siapapun, maka kenapa saya harus memaksakan diri menjadi ekstrovert?

I’m an introvert, and I’m proud with that. 🙂

 

Ditulis oleh Rizky Sarah.

Disusun dari berbagai sumber.

Advertisements

Author:

introvert, author, pluviophile.

4 thoughts on “Berbanggalah Menjadi Seorang Introvert

  1. So inpirational.. Thanks for giving back my spirit. Yes, I am one of those introvert person, and sometimes I hate my self for being an introvert. But after reading your article I realize that it shouldn’t be a problem. I was just afraid not being accepted by other if I keep myself alone, but now I know we just need someone who really understands us and they will know how crazy we can be..

    Thanks for sharing.
    Regards,
    Fefi

  2. “orang yang paling bersedih adalah orang yang kehilangan dirinya sendiri”
    .
    .
    Kutipannya benar-benar mengena dengan apa yg baru saja saya sadari belakangan ini.

    Hampir setahun saya sudah di SMA, dan semenjak awal masuk kesana saya selalu memaksa diri saya untuk menjadi ekstrovert.
    Sudah banyak orang yg menyarankan saya agar saya harus segera ‘berubah’ untuk menjadi pribadi yg baru dan ‘lebih baik’. Bahkan orang tua saya sendiri pun bilang begitu.

    Awalnya sulit, namun akhirnya saya mampu beradaptasi dan menganggap saya berhasil menjadi ekstrovert.
    Tetapi belakangan ini saya merasa lelah dan sering bertanya pada diri saya sendiri, ‘ada yg salah, iya kan?’
    Saya merasa tidak enak dengan diri saya sendiri. Saya merasa membohongi diri saya sendiri. Saya merasa semua yg saya lakukan selama setahun belakang bukan kemauan saya, melainkan karena terpaksa.

    Saya terpaksa menjadi seorang ekstrovert.
    Dan rasanya benar-benar tidak menyenangkan.

    Setelah membaca artikel ini saya jadi semakin sadar. Saya seharusnya mensyukuri dan bangga menjadi seorang introvert.
    Menjadi seorang introvert lebih membuat saya nyaman dan hidup pada dunia yg penuh dengan kejujuran.

    Danke Schön! 🙂

    -Rena

  3. “orang yang paling bersedih adalah orang yang kehilangan dirinya sendiri”
    .
    .
    Kutipannya benar-benar mengena dengan apa yg baru saja saya sadari belakangan ini.

    Hampir setahun saya sudah di SMA, dan semenjak awal masuk kesana saya selalu memaksa diri saya untuk menjadi ekstrovert.
    Sudah banyak orang yg menyarankan saya agar saya harus segera ‘berubah’ untuk menjadi pribadi yg baru dan ‘lebih baik’. Bahkan orang tua saya sendiri pun bilang begitu.

    Awalnya sulit, namun akhirnya saya mampu beradaptasi dan menganggap saya berhasil menjadi ekstrovert.
    Tetapi belakangan ini saya merasa lelah dan sering bertanya pada diri saya sendiri, ‘ada yg salah, iya kan?’
    Saya merasa tidak enak dengan diri saya sendiri. Saya merasa membohongi diri saya sendiri. Saya merasa semua yg saya lakukan selama setahun belakang bukan kemauan saya, melainkan karena terpaksa.

    Saya terpaksa menjadi seorang ekstrovert.
    Dan rasanya benar-benar tidak menyenangkan.

    Setelah membaca artikel ini saya jadi semakin sadar. Saya seharusnya mensyukuri dan bangga menjadi seorang introvert.
    Menjadi seorang introvert lebih membuat saya nyaman dan hidup pada dunia yg penuh dengan kejujuran.

    Danke Schön! 🙂

    -Rena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s