Posted in Perspektif

Perspektif: Menunda Kuliah?

Rata-rata lulusan SMA/SMK/MA ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Dan hampir semuanya ingin langsung kuliah setelah lulus. Tetapi, bagaimana dengan mereka yang memutuskan untuk menunda kuliah?

COLLEGE

Sekarang Kuliah Dimana?

Dua tahun yang lalu, saya lulus dari suatu SMA di Negeri Ngapak. Sebagaimana keinginan mayoritas lulusan SMA, saya ingin segera kuliah tahun itu juga. Tidak tanggung-tanggung, saya mengincar fakultas kedokteran. Sayangnya, mimpi saya untuk kuliah di fakultas kedokteran kandas. Saya gagal di SNMPTN, SBMPTN, dan UM UNSOED. Seketika saya bengong, “Terus gue harus ngapain????” 

Di saat yang sama, pertanyaan “Kamu sekarang kuliah dimana?” terus menghantam saya dan perlahan menghabisi rasa percaya diri saya. Penolakan UNSOED betul-betul membuat saya depresi. Saat itu saya sempat ditawari oleh orang tua saya untuk mendaftar di universitas swasta dan PKN STAN. Tetapi, saya terlalu depresi untuk berpikir tentang masa depan. Untungnya orang tua saya tidak memaksa saya untuk segera mengambil keputusan terkait kuliah.

Waktu terus berjalan dan kebanyakan universitas telah menutup pendaftaran mahasiswa baru. Seorang keluarga saya sempat menyarankan saya untuk mendaftar di universitas swasta. Katanya, “Daripada nggak kuliah.” Tahun depan kan bisa daftar di universitas negeri, tambahnya.

“Kalau kuliah setahun lalu keluar apa tidak buang-buang uang dan waktu?” pikir saya. “Memangnya kuliah itu tidak butuh tenaga dan pikiran? Gimana caranya belajar untuk SBMPTN tahun depan kalau saya disibukkan dengan tugas dan ujian selama kuliah?”

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, akhirnya saya memutuskan untuk menunda kuliah. Iya, MENUNDA.

Jedaaaaar! Tiba-tiba seluruh orang bersimpati dengan saya.

“Kasihan, Mbak Sarah. Padahal pinter (kata orang lho, bukan kata saya), tapi gak kuliah.”

“Sabar ya, Mbak. Mungkin belum rejekinya.”

Iya, iya. Saya sudah sabar kok. Tapi kalau dibahas terus bisa-bisa kesabaran saya habis!

 

Pertimbangan-pertimbangan

Sekarang saya akan memberitahu perspektif saya mengenai keputusan untuk menunda kuliah. Perspektif ini murni berasal dari pengalaman pribadi saya dan karenanya bersifat sangat subjektif. Sebelum adek-adek memutuskan untuk menunda kuliah, pertimbangkan dulu matang-matang supaya adek-adek tidak menyesal nantinya. Lagipula, tujuan utama artikel ini adalah untuk memberikan sudut pandang mengenai penundaan kuliah, bukan untuk mengadu mana yang lebih baik antara menunda kuliah dan kuliah setahun dulu.

Yang namanya kuliah pasti butuh uang, waktu, dan tenaga. Ketiga hal itulah yang harus kalian persiapkan jika memutuskan untuk kuliah ‘sementara’. Uang yang dikeluarkan di awal semester tentu memberatkan orang tua, apalagi jika tahun depan kalian akan mengeluarkan uang lagi di universitas baru. Kegiatan kuliah juga butuh waktu dan tenaga. Memangnya kuliah itu cuma masuk kelas, duduk, lalu pulang? Pasti ada tugas, kuis, hingga ujian semester. Bayangkan jika kalian harus menjalani perkuliahan sambil mempersiapkan diri untuk ujian masuk universitas. Pasti berat. Apalagi jika levelnya SBMPTN. Tetapi, jika orang tua kalian sangat mampu dan kalian juga mampu untuk multitasking, pilihan untuk kuliah dulu bukanlah pilihan yang jelek-jelek amat.

Bagi yang tidak ingin membebani orang tua maupun otaknya, pilihan untuk menunda kuliah mungkin adalah pilihan yang tepat. Memang sih, menunda kuliah itu menghemat uang, waktu, dan tenaga, tetapi di lain sisi sangat menguji kekuatan mental! Saya serius, lho. Mendengar pertanyaan “Sekarang kamu kuliah dimana?” itu sangat melelahkan. Kalau mental tidak kuat, bisa-bisa malah depresi dan menurunkan kepercayaan diri (yang mana pernah terjadi pada saya).

Menunda kuliah juga membantu kita untuk mempersiapkan ujian masuk universitas tahun depan. Namanya juga menganggur di rumah, jadi punya banyak waktu. Nah, gunakan waktu luang itu untuk belajar dan matangkan persiapan kalian! Yang bahaya itu kalau waktu luang tersebut malah kalian gunakan untuk main atau bersedih. Sesekali main tidak apa-apa, tetapi porsi belajar harus lebih banyak! Awal-awal bersedih tidak apa-apa, tetapi harus segera bangkit!

 

Kesimpulan

Intinya, menunda kuliah itu bukan pilihan yang salah. Saya termasuk salah satu contoh orang yang pernah menunda kuliah selama setahun dan sekarang saya berkuliah di PKN STAN. Tetapi, menunda kuliah juga butuh pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Menunda kuliah atau kuliah sementara adalah hak kalian. Jujur, saya tidak tahu mana pilihan yang lebih baik dan saya tidak mau meluangkan waktu untuk berpikir mana yang lebih baik karena hasilnya pasti akan sangat subjektif. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa apapun keputusan yang kalian ambil, pastikan keputusan itu sudah kalian pertimbangkan matang-matang. Jangan sampai kalian menyesali keputusan yang sudah diambil.

Selamat berjuang!

 

 

Advertisements

Author:

introvert, author, pluviophile.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s