Impresi: 1Q84

 

1Q84

Kekerasan tidak selalu bersifat fisik. Luka tidak selalu mengeluarkan darah.

Apa yang Anda bayangkan ketika pertama kali melihat sebuah novel berjudul 1Q84? Mungkin Anda membayangkan sebuah cerita fiksi saintifik berbalut teori konspirasi atau cerita bertema dunia mata-mata. Tetapi, percayalah, Anda takkan mampu membayangkan apapun ketika membaca novel buatan Haruki Murakami ini.

Bab pertama novel ini membawa saya pada bayangan kehidupan seorang pembunuh bayaran. Seketika Anda membayangkan cerita bertema kriminal. Lalu, saya tiba pada bab kedua dan tiba-tiba menemui tokoh kedua dengan sisi kehidupan yang sangat berbeda dengan tokoh pertama. Kedua tokoh tersebut menjalani kehidupan yang sangat drastis perbedaannya hingga saya tidak mampu menemukan pertalian keduanya. Membaca 1Q84 sama seperti membaca dua novel yang berbeda—setidaknya itulah yang saya rasakan hingga saya mencapai pertengahan buku. 

Pertama-tama, Murakami menghadirkan tokoh pertamanya, Aomame, di sebuah setting yang membuat saya mengira-ngira latar belakang sang tokoh. Perkiraan saya meleset, bahkan melenceng jauh. Sekuens aksi yang dilancarkan Aomame cukup membuat saya tegang.

Di bab berikutnya, Murakami memperkenalkan tokoh kedua, Tengo, yang memiliki kehidupan jauh lebih kalem daripada Aomame. Tak ada aksi dalam bab kedua. Justru Murakami memerciki bab kedua dengan bumbu-bumbu misteri, bahkan cenderung mistis. Otak saya langsung kacau. Apa yang sebenarnya Murakami tulis?

Murakami menulis dengan alur yang lambat dan mendetail. Biasanya saya tidak terlalu tahan menghadapi alur lambat. Bahkan saya pernah menge-drop Insomnia-nya Stephen King berkali-kali karena alurnya sangat lambat, meski akhirnya saya mampu menyelesaikan Insomnia. Anehnya, saya tetap membaca 1Q84 sampai selesai, tanpa pernah terbersit untuk menge-drop novel tersebut. Ada suatu sihir yang disisipkan Murakami dalam 1Q84 yang membuat saya ingin terus membaca novel tersebut sampai habis.

Hal yang benar-benar saya sukai dari 1Q84 adalah kemampuannya untuk membuat pembaca tidak mampu mengira-ngira apa yang akan terjadi. Murakami memasukkan banyak bumbu—aksi, misteri, politik—dan semuanya menyatu menjadi satu. Saya sangat puas dengan apa yang dihidangkan Murakami. Yang kini saya butuhkan adalah 1Q84 Jilid 2.

Oh, saya belum bilang? 1Q84 memiliki 3 jilid. Hal yang menyebalkan karena saya butuh uang untuk membeli dua jilid selanjutnya. (SRNT)

1q84 info

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s