Posted in Perspektif

Live Action dan Segala Permasalahannya

Berkembangnya teknologi CGI membawa warna baru dalam dunia perfilman dan membuat beberapa sineas kehilangan ide untuk membuat film orisinal bertekad membawa dunia fantasi dalam buku, komik, game, maupun kartun ke dalam film adaptasi live action. Keputusan untuk membuat film adaptasi selalu membawa kontroversi. Ada yang antusias, namun lebih banyak yang pesimis.

Golongan pesimis memiliki banyak alasan untuk menolak film adaptasi. Fans hardcore menolak karena perbedaan plot antara adaptasi dengan yang asli. Yang lain menolak karena tak mau melihat sejarah buruk terulang. Ada juga yang menolak karena membenci whitewashing.

Secara pribadi saya termasuk golongan pesimis. Menurut saya, kru film adaptasi memiliki kecenderung malas dalam menulis skrip, membangun atmosfer film, atau merekrut aktor yang mumpuni. Kecenderungan malas tersebut mungkin disebabkan karena kru film tidak memiliki banyak dana, kekurangan SDM yang berkualitas, tidak ingin menghabiskan waktu lama untuk riset lebih jauh, atau karena alasan yang paling mengerikan: yang penting filmnya laku dan hype karena punya fan base besar. Tentu saja hal-hal tersebut tidak dapat digunakan untuk menggeneralisasi karena beberapa live action seperti The Jungle Book atau Rurouni Kenshin cukup memuaskan saya.

Lalu, faktor apa saja yang membuat suatu film live action hancur lebur?

Salah dalam memilih karya yang akan diadaptasi

Ada beberapa karya yang terlalu aneh bila dibuat film live action. Bayangkan Soul Eater dan teman-temannya dalam wujud manusia asli atau live action Devil May Cry dengan efek CGI dan skrip yang payah (dan aktor yang tidak se-hot Dante). Para sineas harus jeli dalam memilih karya mana yang akan diadaptasi. Bila dana terbatas, maka pilihlah karya yang sekiranya tidak perlu memerlukan banyak efek.

soul eater socplay
No. Just no

Tidak membuat penyesuaian karakter

Saya tidak pernah mempermasalahkan whitewashing. Yang saya permasalahkan adalah kemalasan penulis skrip dalam membuat plot yang sesuai dengan aktor yang akan dipakai dalam film live action. Saya tak peduli bila Amerika mengadaptasi komik Naruto asalkan kru film merekrut aktor Jepang karena Naruto adalah tentang ninja dan Amerika tidak memiliki budaya ninja dan tidak masuk akal bila seorang kulit putih berperan sebagai ninja bernama Uzumaki Naruto! Setidaknya buat penyesuaian nama karakter!

Takahiro-Miura-attack-titan-Jean-Kirstein
Yellowashing?

Tidak mengadaptasi plot asli menjadi plot baru

Jika penulis skrip berencana mengubah seting dalam film live action, ia juga harus melakukan penyesuaian latar belakang tokoh. Misalkan J.J Abrams ingin membuat live action Kimi No Nawa (ini serius lho) dengan seting Amerika Serikat. Ia dan penulis skrip harus membuat perubahan latar belakang tokoh karena plot dan karakter dalam Kimi no Nawa berhubungan erat dengan budaya Jepang. Entah penyesuaian apa yang akan ia masukkan (atau mungkin tidak ada sama sekali). Mengganti kuchikamisake dengan bir New Orleans, mungkin?

your-name1
If you want to beat this, you better hire Lubezki
lubezki
YEAAAAH LUBEZKI
Birdman13
YEAAAAH LUBEZKI (2)

Casting yang jelek

Saya tak tahu bagaimana prosedur rekrutmen aktor dan aktris film. Melihat banyaknya kasus salah casting, apa susahnya buat kru film untuk mengadakan audisi? Maksud saya, lihat kasus-kasus yang sudah ada. Berapa banyak orang yang meringis melihat dan mendengar teriakan Light Turner di you-know-what? Atau mereka yang merasa kasihan melihat Sokka yang berusaha melucu di The Last Airbender? Atau mereka yang merasa jijik melihat si kapten-levi-wannabe Shikishima di Attack on Titan?

Masa bodoh dengan skrip, yang penting hype. WHOOO

Sebagai seseorang yang pernah berurusan dengan skrip film (meski hanya film untuk tugas sekolah), saya tahu betul bahwa menulis skrip yang bagus, apalagi sempurna, itu sangat sulit. Penulis skrip seringkali terhalang dana yang terbatas, durasi film yang sudah ditentukan, dan SDM yang tersedia. Belum lagi jika punya sutradara yang cerewet dan seenaknya membuat perubahan di skrip yang sudah jadi tanpa bilang dulu pada penulis!!!! Kalo mau bikin cerita ya tulis sendiri sono! YOU WASTED MY TIME AND MY ENERGY! #triggered

Masih ingat dengan hype (atau lebih tepat disebut overreaction) ketika live action Attack on Titan diumumkan? Attack on Titan adalah sasaran yang tepat jika kita ingin membicarakan hype yang tidak diimbangi dengan skrip yang bagus (dan akting yang berkualitas). Saya masih ingat film tersebut, salah satu mimpi terburuk saya yang terpaksa menyaksikan banyaknya plot hole. Mengapa Eren tidak curiga sedikit pun pada Shikishima padahal ia habis diculik titan dan bangun di suatu ruangan yang hanya ada dia dan Shikishima ? Mengapa bisa ada bayi titan jika titan saja tidak punya alat kelamin? Mengapa ending-nya sangat mudah? Mengapa penulisnya sangat malas dalam mengembangkan plot?!

CGI murahan

Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Lihat saja gambar-gambar di bawah ini.

mortal kombat cgi
WTH?!
badcgi2
This is all you’ve got?
badcgi1
What is that? Flying chiki balls?
badcgi
Orc?
badcgi3
ULTRAMAN???!!!
Advertisements

Author:

introvert, author, pluviophile.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s