Impresi: Noragami

Noragami_1_cover_IND

“I’m delivery god Yato!” — Yato

Tak banyak yang tahu eksistensi anime Noragami, apalagi komiknya. Anime-nya kalah populer dengan Nisekoi dan Chuunibyo yang tayang berbarengan dan manga-nya, yang diterbitkan oleh Kodansha, masih tertinggal di belakang Ajin dan Prison School. Terlepas dari betapa underappreciated-nya Noragami, Adachitoka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik.

Noragami berpusat pada kisah tentang Yato, seorang dewa minor yang sama sekali tidak terkenal. Ia miskin, tidak punya pengikut dan kuil pribadi, dan baru saja kehilangan senjata dewanya. Masalah bertambah ketika ia secara tidak sengaja bertemu dengan Iki Hiyori, seorang siswi SMP biasa, dan mengubah gadis tersebut menjadi setengah ayakashi.

Semesta dewa-dewi dalam mitologi Jepang bukanlah sesuatu yang asing di dunia manga. Penggunaan senjata dewa pun dapat dijumpai di komik-komik lain, seperti Soul Eater. Yang membedakan karya Adachitoka dengan komik-komik lain adalah penulisan cerita yang rapi dan dilengkapi dengan karakterisasi yang mendalam serta menarik. 

Noragami memiliki banyak tokoh yang terlibat di dalamnya seperti layaknya komik-komik shounen lain. Namun, keunggulan Noragami adalah ketepatan timing dan porsi kemunculan masing-masing tokoh. Adachitoka hampir selalu mengenalkan tokoh baru di akhir sebuah arc, lantas menjadikan tokoh baru tersebut sebagai rival Yato dalam arc selanjutnya. Namun, Adachitoka tetap berhati-hati. Noragami tidak pernah memunculkan seorang tokoh figuran secara tiba-tiba lalu menaikkan statusnya secara drastis dalam satu chapter. Bagi saya ini brilian. Tokoh yang semula dianggap sebagai figuran tiba-tiba menjadi sama sentralnya dengan Yato dan kemunculannya pun tidak membuat pembaca tersedak.

Poin lain yang membuat saya begitu mencintai Noragami adalah karakterisasinya yang mendalam. Tiap tokoh memiliki alasan yang logis untuk membenarkan tindakannya.

Adachitoka adalah mangaka yang benar-benar jeli. Ia tahu bagaimana menyelipkan humor-humor slapstick yang tidak memaksa dan tetap receh, membangun tensi dalam arc pertarungan ala komik shounen, serta menjalin hubungan yang kuat antartokohnya. Beberapa momen emosional pun dapat ditemui di komik shounen ini.

Noragami adalah sebuah paket lengkap. Saya dibuat tertawa dan menangis olehnya.

noragami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s