Posted in Perspektif

Live Action dan Segala Permasalahannya

Berkembangnya teknologi CGI membawa warna baru dalam dunia perfilman dan membuat beberapa sineas kehilangan ide untuk membuat film orisinal bertekad membawa dunia fantasi dalam buku, komik, game, maupun kartun ke dalam film adaptasi live action. Keputusan untuk membuat film adaptasi selalu membawa kontroversi. Ada yang antusias, namun lebih banyak yang pesimis.

Golongan pesimis memiliki banyak alasan untuk menolak film adaptasi. Fans hardcore menolak karena perbedaan plot antara adaptasi dengan yang asli. Yang lain menolak karena tak mau melihat sejarah buruk terulang. Ada juga yang menolak karena membenci whitewashing.

Secara pribadi saya termasuk golongan pesimis. Menurut saya, kru film adaptasi memiliki kecenderung malas dalam menulis skrip, membangun atmosfer film, atau merekrut aktor yang mumpuni. Kecenderungan malas tersebut mungkin disebabkan karena kru film tidak memiliki banyak dana, kekurangan SDM yang berkualitas, tidak ingin menghabiskan waktu lama untuk riset lebih jauh, atau karena alasan yang paling mengerikan: yang penting filmnya laku dan hype karena punya fan base besar. Tentu saja hal-hal tersebut tidak dapat digunakan untuk menggeneralisasi karena beberapa live action seperti The Jungle Book atau Rurouni Kenshin cukup memuaskan saya.

Lalu, faktor apa saja yang membuat suatu film live action hancur lebur?

Salah dalam memilih karya yang akan diadaptasi

Ada beberapa karya yang terlalu aneh bila dibuat film live action. Bayangkan Soul Eater dan teman-temannya dalam wujud manusia asli atau live action Devil May Cry dengan efek CGI dan skrip yang payah (dan aktor yang tidak se-hot Dante). Para sineas harus jeli dalam memilih karya mana yang akan diadaptasi. Bila dana terbatas, maka pilihlah karya yang sekiranya tidak perlu memerlukan banyak efek.

soul eater socplay
No. Just no

Continue reading “Live Action dan Segala Permasalahannya”

Advertisements
Posted in Perspektif

Perspektif: Menunda Kuliah?

Rata-rata lulusan SMA/SMK/MA ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Dan hampir semuanya ingin langsung kuliah setelah lulus. Tetapi, bagaimana dengan mereka yang memutuskan untuk menunda kuliah?

COLLEGE

Sekarang Kuliah Dimana?

Dua tahun yang lalu, saya lulus dari suatu SMA di Negeri Ngapak. Sebagaimana keinginan mayoritas lulusan SMA, saya ingin segera kuliah tahun itu juga. Tidak tanggung-tanggung, saya mengincar fakultas kedokteran. Sayangnya, mimpi saya untuk kuliah di fakultas kedokteran kandas. Saya gagal di SNMPTN, SBMPTN, dan UM UNSOED. Seketika saya bengong, “Terus gue harus ngapain????”  Continue reading “Perspektif: Menunda Kuliah?”