Posted in Esai, Perpajakan, PKN STAN

Penyebab, Dasar, dan Efektivitas Penagihan Pajak

Menurut Pasal 1 ayat (9) UU Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, penagihan pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan dan menjual barang yang telah disita.

Alur Penagihan Pajak

Penagihan pajak dimulai dengan diterbitkannya Surat Teguran atau surat peringatan lain tujuh hari setelah jatuh tempo pelunasan utang pajak yang tertera dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, atau surat ketetapan lain. Jika Wajib Pajak tidak melunasi utang pajaknya dalam waktu dua puluh satu hari setelah diterbitkan Surat Teguran atau surat peringatan lain, Direktorat Jenderal Pajak akan menerbitkan Surat Paksa.

Selain untuk menindaklanjuti penerbitan Surat Teguran atau surat peringatan lain, penerbitan Surat Paksa dapat dilakukan untuk menindaklanjuti penagihan seketika dan sekaligus atau pelanggaran ketentuan dalam keputusan persetujuan angsuran atau penundaan pembayaran pajak oleh Wajib Pajak.

Surat Paksa yang telah diterbitkan harus dilunasi oleh Penanggung Pajak dalam waktu dua kali dua puluh empat jam. Jika dalam jangka waktu tersebut utang pajak tidak dilunasi, Direktorat Jenderal Pajak berhak menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan (SPMP). Penyitaan dilakukan untuk menguasai barang milik Penanggung Pajak guna dijadikan jaminan pelunasan utang pajak.

Setelah penyitaan, alur berikutnya adalah pengumuman lelang yang dilaksanakan paling lambat empat belas hari setelah penyitaan. Kemudian ada pelaksanaan lelang yang dilaksanakan paling lambat empat belas hari setelah pengumuman lelang.  Continue reading “Penyebab, Dasar, dan Efektivitas Penagihan Pajak”

Posted in PKN STAN

Serba-serbi PKN STAN

 

Memasuki awal tahun, siswa-siswi kelas XII pasti tengah disibukkan dengan try out UN, ujian praktik, persiapan ujian sekolah, hingga yang paling bikin pusing: menentukan langkah selanjutnya setelah lulus SMA/SMK/MA!

Ada yang ingin melanjutkan ke universitas, baik negeri maupun swasta, politeknik atau akademi bagi mereka yang tidak mau kelamaan belajar (hehe), atau yang memilih pilihan ketiga, yakni tidak melanjutkan pendidikan. Nah, bagi kalian adik-adik kelas XII yang masih bingung, saya menghadirkan artikel khusus tentang kampus saya, Politeknik Keuangan Negara STAN.

Sekadar informasi saja, kini saya berstatus sebagai mahasiswi Program Diploma 1 Perpajakan PKN STAN. Saya adalah lulusan SMA tahun 2015, tetapi baru berkuliah di tahun 2016 karena berbagai macam hal yang terjadi (baca: stres karena ditolak Fakultas Kedokteran).

jbz69shp

Overview

Kampus PKN STAN terletak di daerah Bintaro dan Rawamangun. Selain di Jakarta, PKN STAN juga tersebar di daerah-daerah dari Sumatera hingga Sulawesi melalui Balai Diklat Keuangan.

Ada 10 Program Diploma (Prodip) yang terdapat di PKN STAN, yakni:

  1. Prodip 1 Perpajakan
  2. Prodip 3 Perpajakan
  3. Prodip 3 PBB/Penilai
  4. Prodip 3 Akuntansi
  5. Prodip 1 Kepabeanan dan Cukai
  6. Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai
  7. Prodip 1 Kebendaharaan Negara
  8. Prodip 3 Kebendaharaan Negara
  9. Prodip 3 Managemen Aset
  10. Prodip 4 Akuntansi (baru dibuka tahun ini)

Continue reading “Serba-serbi PKN STAN”