Posted in Uncategorized

Mengapa Jantung Berdetak?

 

Overview

Jantung berfungsi memompa darah ke bagian-bagian tubuh lain. Detak jantung dapat menyatakan bagaimana jantung kita bekerja. Detak normal—kerja normal. Detak terlalu cepat—jantung bekerja terlalu keras, begitu juga sebaliknya. Lalu, mengapa jantung bisa berdetak?

Detak jantung disebabkan oleh adanya kontraksi otot-otot jantung. Kontraksi ini sendiri timbul akibat adanya proses depolarisasi membran yang berperan dalam cardiac conduction system atau sistem konduksi jantung.

 

Cardiac Conduction System

CCS merupakan kelompok sel-sel otot jantung yang menyusun dinding jantung dan terdiri atas lima komponen, yakni nodus sinoatrial (nodus SA), nodus atrioventrikular (nodus AV), serabut Hiss, percabangan serabut Hiss, dan serabut PurkinjeContinue reading “Mengapa Jantung Berdetak?”

Posted in Uncategorized

Guru yang Membunuh Keingintahuan Siswa

 

teacher

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, saya berangkat ke sekolah dengan penuh semangat. Apa yang membuat saya begitu bersemangat? Hari ini ada pelajaran Biologi! Ditambah lagi kelas saya memasuki bab tentang reproduksi sel. Segala sesuatu yang berhubungan dengan sel membuat saya bersemangat. Ketika kelas dimulai, mata saya langsung berbinar-binar.

Hari itu adalah hari dimana kami harus mempresentasikan hasil diskusi kami. Kelompok saya mendapat jatah untuk membahas anafase. Setiap perwakilan kelompok disuruh maju untuk presentasi. Saya lalu ditunjuk oleh teman-teman sekelompok untuk maju. Mentang-mentang saya pernah ikut OSK Biologi nih…

Saya pun maju, lalu bergantian dengan kelompok yang lain. Begitu presentasi selesai, guru kami memberi penjelasan lebih lanjut. Kemudian beliau berkata, “Ada yang ingin bertanya?”

Didorong rasa keingintahuan, saya mengangkat tangan. “Pada anafase, benang-benang sentriol menarik pasangan kromosom sehingga terjadi pemisahan. Apa yang mendasari mekanisme tersebut?”

Seisi kelas terdiam. Guru saya pun terdiam. Saya menanti dengan hati berdebar-debar.

Kemudian, guru tersebut menjawab, “Pertanyaan kamu konyol sekali.”

Hati saya hancur berkeping-keping. Dalam sekejap keingintahuan saya terbunuh.

Apa yang pernah saya alami mungkin juga terjadi pada siswa lain. Para siswa yang dituntut untuk mengembangkan keingintahuan di tengah krisis ilmuwan yang melanda Indonesia justru dibunuh oleh guru mereka sendiri. Entah apa yang menyebabkan guru-guru dapat membunuh muridnya sendiri. Mungkin mereka merasa sudah tahu segalanya atau terdorong rasa gengsi ketika disodorkan pertanyaan yang mereka tak tahu jawabannya.

Seharusnya guru tidak memposisikan diri mereka sebagai orang yang paling tahu di kelas. Mereka harus memposisikan diri mereka sejajar dengan murid mereka, yakni sebagai orang-orang yang sama-sama belajar ilmu. Seorang peneliti memutuskan untuk menjadi peneliti karena ada yang tidak mereka ketahui, bukan karena mereka merasa pintar apalagi tahu segalanya. (SRNT)

Posted in Uncategorized

Sistem Imunitas: Respon Imun Nonspesifik

Sistem Imunitas Manusia: Respon Imunitas Nonspesifik

 

 

Hidup di dunia yang dikelilingi oleh berbagai makhluk tak kasat mata (baca: mikroorganisme), kita beruntung punya sistem imunitas. Jika tidak, pasti sudah banyak orang yang mati. Kena pilek sedikit, langsung menginap di rumah sakit. Tak dipungkiri, sistem imunitas berperan penting dalam menjaga stabilitas tubuh. Namun, sistem imunitas ini tidak sempurna. Ada kalanya sistem imunitas kita ‘keok’ ketika bertemu musuh yang tidak dikenal.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu sistem imunitas kita dalam ‘menyempurnakan diri’? Memahami mereka, tentu saja.

source: wakingtimes.com

 

Overview

Sistem imunitas adalah kumpulan sel, jaringan, dan organ yang membentuk suatu sistem untuk mempertahankan diri terhadap serangan asing (virus, bakteri, debu, d.l.l.). Sistem imunitas yang sehat dapat membedakan antara sel tubuh dengan zat asing.

Berdasarkan responnya, sistem imunitas dibagi menjadi dua, yakni respon imunitas spesifik dan nonspesifik. Apa perbedaannya? Sistem imunitas nonspesifik bersifat general, dapat menyerang mikroorganisme atau zat-zat asing tanpa ‘berkenalan’ lebih dulu.  Berkebalikan dengan yang nonspesifik, respon spesifik sifatnya khusus, hanya bisa menyerang partikel asing yang sudah dikenali.  Continue reading “Sistem Imunitas: Respon Imun Nonspesifik”